SELAMAT DATANG DI DESA TAMBAKAN KECAMATAN KUBUTAMBAHAN, KABUPATEN BULELENG. BALI.

Rabu, 16 November 2011

BUPATI BAGIADA GUGAH SEMANGAT AGRARIS WARGA TAMBAKAN


Berkaitan dengan penilaian yang sekaligus dijadikan wadah pembinaan subak-subak di Kabupaten Buleleng, Selasa, 31 Mei 2011, Bupati Buleleng Drs. Putu Bagiada M.M. selaku Pembina Subak Kabupaten Buleleng yang didampingi Ketua Panitia pembinaan subak Drs. Putu Tastra Wijaya M.M. beserta rombongan mengunjungi Subak Abian Giri Asih, Desa Tambakan Kecamatan Kubutambahan untuk memberikan pembinaan dan sekaligus melihat secara dekat potensi dan kondisi Desa yang memiliki letak strategis sebagai pusat simpul (center village) antara Kintamani (Bangli), Pelaga/Jembatan Tukad Bangkung (Badung) dan Tajun (Singaraja).
Dalam kunjungan kerjanya yang disambut antusias ratusan warga masyarakat, Bupati mengajak seluruh warga masyarakat agar tetap melanjutkan semangat agraris serta menjaga tradisi dan kondisi lingkungan secara arif dan bijak. Masyarakat juga disarankan bersama pemerintah mampu "mengawal" dengan baik regulasi yang ada untuk secara bersama-sama memiliki apresiasi dan perspektif yang bijak dalam rencana pemanfaatan potensi lahan, dimana Desa Tambakan sendiri memiliki luas wilayah mencapai 2448 Ha dimana 1323 Ha diantaranya merupakan daerah hutan Negara sedangkan sebagian besar sisanya merupakan lahan perkebunan dan pertanian disamping juga merupakan daerah pemukiman yang didiami oleh 2885 jiwa. Apa yang telah dibudidayakan dan dikembangkan oleh warga masyarakat, baik itu di bidang pertanian, perkebunan dan peternakan sangatlah berpotensi untuk dijadikan lokomotif bagi kemajuan Desa, terlebih potensi yang dimiliki serta ditunjang dengan sarana prasarana umum yang sudah memadai.
Secara khusus juga disinggung bahwa, Desa Tambakan yang berlanskep perbukitan sangat potensial untuk usaha perkebunan kopi, jeruk, pohon albesia, kajimas, dan pohon jabon (Anthocephalus cadamba) yang merupakan salah satu jenis kayu yang pertumbuhannya sangat cepat dan sudah dapat dipanen hanya dalam kurun waktu 4-5 tahun dengan nilai ekonomis tinggi. Atas dasar permintaan pasar yang masih menjanjikan dan sangat dibutuhkan oleh industri Tripleks, kayu lapis (/plywood), industri meubel, kerajinan kayu, produsen peti buah, mainan anak-anak, korek api, Alas sepatu, Papan. Maka sangatlah mungkin jika usaha perkebunan dan peternakan tentunya, baik perorangan maupun kelompok yang dibentuk oleh anggota masyarakat.
Dengan sistem pengelolaan yang menyeluruh, ke depannya bukan tidak mungkin Desa Tambakan dapat dikembangkan menjadi Desa wisata yang berwawasan lingkungan. Dimana diharapkan nantinya melalui usaha perkebuan dan peternakan yang ada akan mampu memberikan bias positif bagi pembangunan Desa, membuka lapangan kerja serta mendongkrak perdapatan perkapita masyarakat. Di akhir acara, Bupati Buleleng yang didampingi Ketua Panitia dan juga Perbekel Desa Tambakan I Nyoman Surama menyerahkan Bantuan sebesar Rp.103 Juta rupiah masing-masing untuk perbaikan Pura Desa, Balai serba guna, dan sarana prasarana Desa terkait.

PELAYANAN KB KELILING KEMBALI DILAKSANAKAN DI DESA TAMBAKAN


    KB-PP Kab.Buleleng kian gencar menyelenggarakan pelayanan KB keliling ke masyarakat. Ini terbukti dari selang sehari pelaksanaan pelayanan di Desa Lokapaksa, hari ini, Rabu, 25 Mei 2011 kembali dilaksanakan Pelayanan KB Keliling di Desa Tambakan, Kecamatan Kubutambahan. Dalam pelayanan ini turut melibatkan Badan KB-PP melalui bidang KB-KS selaku leading sector pelaksana dengan dibuntu oleh pihak-pihak terkait seperti Tim dari kesehatan; baik itu dari Dokter, Bidan dan tenaga kesehatan lainnya. Selain itu juga didukung dengan sarana dan prasarana medis yang memadai, guna memberikan layanan kesehatan yang terbaik untuk masyarakat yang ingin melukukan program KB. Dari hasil pelayanan yang didapat, tercatat 34 Akseptor Baru pada dua pengguna Alkon, dengan rincian; pengguna Alkon IUD sebanyak 31 orang dan Implant sebanyak 3 orang. Diharapkan dari hasil pencapaian pelayanan kali ini dapat terns ditingkatkan dalam pelayanan-pelayanan selanjutnya untuk memenuhi target pencapaian yang ditetapkan dari Tingkat Kabupaten.

ABIAN SUBAK GIRI ASIH DIBINA


Keseriusan Pemerintah Daerah dalam melestarikan budaya subak telah terbukti dengan digelarnya pembinaan Subak Abian yang di pimpin Bupati Buleleng Drs. Putu Bagiada, MM bertempat di Subak Abian Giri Asih, Desa  Tambakan Kec. Kubutambahan  pada hari Selasa (31/05). Dalam sambutannya, Bupati memuji Desa Tambakan karena telah mampu menjaga kesatuan dan persatuan  antar  krama subak yang ada di Desa Tambakan. Oleh karena itu  Bupati berharap agar krama subak  betul – betul  bisa terus  bersatu  yang berlandaskan dengan Tri Hita Karana. Lebih jauh Bupati menjelaskan, bagaimana krama subak agar bisa selalu meningkatkan program pertanian yang telah diterapkan oleh pengurus subak.
   Sebelumnya, Kelian Subak Abian Giri Asih Wayan Sindra melaporkan  Subak Abian Giri Asih terbentuk dari tahun 1904 yang mempunyai luas 30 hektar yang memiliki krama 74. Dan mempunyai batas subak sebelah timur Desa Catur, sebelah selatan alas, sebelah barat kelompok padang lumbung, sebelah utara Subak Abian Sari Merta.
   Dalam kesempatan itu, Bupati menyerahkan bantuan sebesar 102 juta rupiah yang di terima oleh Kelian Subak Wayan Sindra dengan rincian untuk pembangunan Pura Desa 50 juta rupiah, Pelawah (tempat gong) 20 juta rupiah, Seka Gong 1 juta rupiah, panitia acara 10 juta rupiah, balai serba guna 20 juta rupiah, Hansip 500 ribu rupiah, Pecalang 500 ribu rupiah, PKK Desa Tambakan 500 ribu rupiah dan Seka Rindik 500 ribu rupiah. Turut  hadir dalam pembinaan subak, Kadis Kominfo Ida Bagus Suadnyana SH, M.Si serta pimpinan SKPD Kab. Buleleng. (Penulis: km | Editor: adt)